Content marketing bukan hal mudah untuk industri Financial Technology (Fintech). Fintech dan startup yang mapan sama-sama menghadapi hambatan ketika akan menghadirkan content untuk mendorong traffic. Untuk membantu Anda dalam mempersiapkan content marketing untuk industri fintech, kami telah merangkum 8 tips content marketing untuk fintech yang akan membantu Anda untuk meningkatkan engagement dan traffic.
1. Kenali Audiens Anda - Mengenali audiens secara spesifik merupakan bagian terpenting dalam setiap pembuatan strategi marketing, karena jika Anda tidak mengenali dan memahami siapa audiens Anda, maka akan sulit untuk Anda menyesuaikan strategi marketing yang cocok untuk mereka, apalagi untuk industri fintech ini.
2. Tentukan tujuan Anda - Setelah mengetahui target audiens Anda, kini saatnya Anda untuk menentukan goals dari kegiatan marketing Anda. Goals ini bisa Anda jabarkan menjadi goals jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Hal ini dilakukan untuk membuat spesifikasi strategi marketing Anda.
3. Perkuat tim Anda - Untuk menjalankan suatu program marketing, diperlukan kerjasama tim yang kuat, agar kegiatan marketing Anda berjalan dengan efektif dan sukses. Memanfaatkan bantuan dari luar dapat bermanfaat bagi fintech besar dan kecil. Karena teknologi berkembang dengan sangat cepat, yang berarti fintech tidak bisa mengabaikan sumber daya dari tim pengembangan. Bekerja dengan konsultan atau agensi content marketing juga bisa direkomendasikan jika memang dibutuhkan.
4. Manage content - Sebelum Anda mulai untuk membuat konten yang berkualitas, petakan terlebih dahulu jenis dan topik konten yang akan Anda buat, agar semua terorganisir dengan baik. Gunakan kalender konten untuk merencanakan kapan distribusi konten tersebut, dan channel apa saja yang akan dipakai. Hal ini dapat membantu tim Anda untuk tetap fokus pada konten-konten tersebut, karena semua sudah terorganisir dengan baik.
5. Jangan batasi konten Anda dan mulailah berkreasi - Konten hadir dalam berbagai bentuk dan terinspirasi dari berbagai sumber. Pertimbangkan untuk membuat konten dalam berbagai bentuk seperti blog, infografis, video, dan sebagainya untuk menarik perhatian audiens. Gunakan fitur FAQ pada fitur Instagram Atau Anda juga bisa melakukan survey untuk mengetahui apa saja yang diinginkan oleh audiens Anda.
6. Perhatikan kualitas konten - Apapun jenis konten yang Anda hasilkan, jangan menghasilkan aset berkualitas rendah. Audiens Anda menginginkan konten yang berkualitas tinggi dan membantu mereka dalam memahami brand Anda. Oleh karena itu, persiapkan dan sajikan konten yang mereka butuhkan alih-alih hanya mengikuti tren tapi kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan audiens Anda.
7. Gunakan channel marketing yang cocok untuk segmentasi audiens Anda - Memilih channel marketing sangat penting untuk dipertimbangkan, karena beda channel, maka beda juga cara penyampaian pesannya. Email marketing merupakan salah satu channel marketing yang kami rekomendasikan untuk Anda, karena email memiliki ROI 122% atau 4 kali lebih tinggi dibandingkan dengan channel marketing lain seperti social media. Selain itu, menurut Campaign Monitor, dibandingkan dengan Twitter dan Facebook, email 40 kali lebih efektif untuk mengubah audiens biasa menjadi pelanggan. Jadi, kini saatnya untuk memilih channel mana yang cocok untuk bisnis dan target audiens Anda.
8. Jangan lupakan SEO - Tidak hanya untuk industri fintech, untuk berbagai industri lain pun SEO menjadi bagian yang terpisahkan dari sebuah konten. Karena SEO akan membantu konten Anda untuk tampil pada halaman search engine. Jangan lupa kolaborasikan konten yang berkualitas dengan SEO yang bagus agar keduanya sinkron dan mudah ditemukan oleh search engine.

Sumber : https://blog.mtarget.co/8-tips-content-marketing-untuk-fintech/

ARTICLES SIMILAIRES

0 Commentaire(s)